KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, kami ucapkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini sesuai waktu yang telah ditentukan.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi junjungan
alam, panutan hati setiap muslim yang senantiasa mengharapkan safa’at-Nya di
Yaumil Qiyamah dengan ucapan “Allahumma shalli’ala Sayyidina Muhammad wa’ala
Alihi Sayyidina Muhammad. ”Makalah ini dibuat dalam rangka usulan untuk
memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah MANAJEMEN KELAS dengan judul “PERENCANAAN
PEMBELAJARAN”. Di susun dengan tujuan utama membantu serana belajar mengajar di
perkuliahan ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan
ucapan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami
dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.
Tembilahan, 23 Oktober 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I ........ PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A.
Latar belakang........................................................................ 1
B.
Rumusan Masalah.................................................................. 2
C.
Tujuan Penulisan.................................................................... 2
BAB II ....... PEMBAHASAN................................................................................. 3
A.
Pengertian Perencanaan
Pembelajaran................................... 3
B.
Perencanaan Proses
Pembelajaran.......................................... 4
C.
Dasar Perlunya
Perencanaan Pembelajaran............................ 5
D.
Karakteristik
Perencanaan Pembelajaran................................ 6
E.
Manfaat Perencanaan
Pembelajaran....................................... 7
BAB III ..... PENUTUP.......................................................................................... 8
A.
Kesimpulan............................................................................. 8
B.
Saran dan Keritik................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 10
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam rangka pembaharuan sistem pendidikan nasional telah
ditetapkan visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasioanal. Visi
pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial
yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia
berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif
menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Terkait dengan visi tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip
penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi
pendidikan. Salah satu prinsip tersebut ialah pendidikan diselenggarakan
sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung
sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan
keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kretivitas
peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah pergeseran paradigm proses
pendidikan, yaitu dari paradigm pengajaran ke-paradigma pembelajaran.
Sesuai dengan amanat peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang
standar nasional pendidikan, salah satu standar yang harus dikembangkan adalah
standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaraan pada satuan pendidikan untuk
mencapai kompetensi kelulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses
pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum
NKRI. Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah
pada jalur formal, baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester.
Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran
untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
B.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang penulis angkat didalam makalah ini
sebagai proses pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.
Apa
pengertian perencanaan pembelajaran ?
2.
Bagaimana
pemahaman tentang perencanaan proses pembelajaran !
3.
Apa
dasar perlunya perencanaan pembelajaran ?
4.
Bagaimana
karakteristik perencanaan pembelajaran !
5.
Apa
manfaat mengetahui perencanaan pembelajaran ?
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan penulis dalam makalah ini tidak bukan sebagai memberikan
pemahaman dan gambaran kepada pembaca agar bisa melaksanakan isi makalah ini
dengan sebaik mungkin.
BAB
II
PEMBAHASAN
PERENCAAN
PEMBELAJARAN
A.
Pengertian Perencanaan Pembelajaran
Dalam ilmu manajemen perencanaan sering disebut dengan istilah “Planning”
yaitu “persiapan menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah
penyelesaian sutu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada
pencapaian tujuan tertentu”.
Perencanaan menurut William H. Newman dalam Abdul Majid menjelaskan
bahwa “perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan
berisi rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan tentang tujuan,
penentuan kebijakan. Penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur
tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Sedangkan pembelajaran pada hakikatnya suatu proses komunikasi
transtraksional yang bersifat timbale balik, baik antara guru dengan siswa
maupun antara siswa dengan siswa yang lain untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan.[1]
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik
dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa
yang saling bertukar informasi. Pengertian pembelajaran merupakan bantuan yang
diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan,
penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada
peserta didik. Dengan kata lain, pengertian pembelajaran adalah proses untuk
membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan
pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks
pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi
pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga
dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek
psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini member kesan
hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan
pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.[2]
B.
Perencanaan Proses Pembelajaran
Perencanaan proses pembelajaran meliputi Silabus dan rancana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, Standar
Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator pencapaian kompetensi, tujuan
pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, penilaian hasil belajar dan sumber belajar.
1.
Silabus
Silabus sebagai
acuan pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran, memuat identitas mata
pelajaran atau tema pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi,
penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan
pendidikan berdasarkan standar isi dan standar kompetensi kelulusan (SKL).
2.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana
pelaksanaan pembelajaran dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar siswa dalam upaya mencapai kompetensi dasar. Setiap guru pada satuan
pendidikan berkewajiban menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran secara
lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta member ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,
dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik.
Komponen
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
a.
Identitas
mata pelajaran,
b.
Standar
kompetensi (SK),
c.
Kompetensi
dasar (KD),
d.
Indikator
pencapaian kompetensi,
e.
Tujuan
pembelajaran,
f.
Materi
ajar,
g.
Alokasi
waktu,
h.
Metode
pembelajaran,
i.
Kegiatan
pembelajaran,
·
Pendahuluan
·
Inti
·
Penutup
j.
Penilaian
hasil belajar,
k.
Sumber
belajar.[3]
C.
Dasar Perlunya Perencanaan Pembelajaraan
Perlunya perencanan pembelajaran sebagaimana dimaksudkan agar dapat
dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perbaikan pembelajaran ini dilakukan
dengan asumsi sebagai berikut :
1.
Untuk
memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran
yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran.
2.
Untuk
merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem.
3.
Perencanaan
desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seorang belajar.
4.
Untuk
merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa secara perorangan.
5.
Pembelajaran
yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran, dalam hal
ini aka nada tujuan langsung pembelajaran, dan tujuan pengiring dari
pembelajaran,
6.
Sasaran
akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar.[4]
D.
Karakteristik Perencanaan Pembelajaran
Ada beberapa karakteristik yang dapat dijadikan sebagai
pertimbangan guru dalam menyusun suatu rencana pembelajaran, yaitu :
1.
Penyusunan
perencanaan pembelajaran ditujukan terhadap siswa yang belajar.
Rencana pembelajaran harus disusun berdasarkan tujuan dan kebutuhan
siswa. Materi pembelajaran yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan siswa,
perkembangan siswa, mengandung norma yang posistif, serta memperhatikan minat
dan perhatian siswa.
2.
Memiliki
tahapan-tahapan
Dalam menyusun rencana pembelajaran ada beberapa tahap yang harus
diperhatikan :
a.
Tahap
persiapan,
b.
Tahap
pelaksanaan,
c.
Tahap
evaluasi,
d.
Tahap
tindak lanjut.
3.
Sistematis
Perencanaan pembelajaran harus disusun secara sistematis yakni
materi dari yang mudah dan diikuti dengan materi yang sulit dan dari segi
pembelajaran yang diberikan harus mempertimbangkan keakuran metode, media,
evaluasi, dan tujuan pembelajaran.
4.
Pendekatan
sistem
Pembelajaran harus dapat disusun dengan menggunakan pendekatan
sistem. Pendekatan sistem adalah salah satu cara dalam penyusunan rencana
pembelajaran yang dapat memperhatikan berbagai komponen-komponen pembelajaran
seperti metode, media, evaluasi, dan tujuan pembelajaran, waktu, sumber
belajar. Semua komponen tersebut harus dapat berkolaborasi dalam rangka
mencapai tujuan pembelajaran.
5.
Pembelajaran
yang humanis
Guru harus menyadari bahwa siswa yang dihadapi harus dapat
diperlakukan sebagai manusia yang juga memiliki berbagai macam potensi yang
harus dihargai dan dikembangkan.[5]
E.
Manfaat Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran merupakan satu tahapan dalam proses
belajar mengajar. Perencanaan menjadi sangat penting karena dapat berfungsi
sebagai dasar, pemandu, alat control dan arah pembelajaran. Perencanaan
pembelajaran yang baik akan melahirkan proses pembelajaran yang baik pula.
Perencanaan pembelajaran atau disebut juga desain instruksional
merupakan kegiatan organisasi instruksional. Yang dimaksud dengan organisasi
instruksional adalah perencanaan pembelajaran mengkoordinasikan
komponen-komponen pembelajaran atau disebut juga dengan desain instruksional.
Secara sistematik perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan
merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan isi / materi pelajaran yang harus
dipelajari, merumuskan kegiatan belajar, dan merumuskan sumber belajar / media
pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi pembelajaran. Untuk
itu, dalam bahan belajar ini akan diarahkan bagaimana mahasiswa-mahasiswi dapat
membuat perencanaan pembelajaran tersebut.
Perencanaan pembelajaran merupakan kegiatan penting dalam
pembelajaran, sehingga pembelajaran harus didesain secara sistematis dalam merumuskan tujuan, bagaimana
karakteristik siswa-siswinya, bagaimana menentukan metodenya, bagaimana
menentukan topiknya, dan bagaimana cara mengevaluasinya.[6]
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perencanaan menurut William H. Newman dalam Abdul Majid menjelaskan
bahwa “perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan
berisi rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan tentang tujuan,
penentuan kebijakan. Penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur
tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Sedangkan pembelajaran pada hakikatnya suatu proses komunikasi
transtraksional yang bersifat timbale balik, baik antara guru dengan siswa
maupun antara siswa dengan siswa yang lain untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan.
Perencanaan proses pembelajaran meliputi Silabus dan rancana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, Standar
Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator pencapaian kompetensi, tujuan
pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, penilaian hasil belajar dan sumber belajar.
Ada beberapa karakteristik yang dapat dijadikan sebagai
pertimbangan guru dalam menyusun suatu rencana pembelajaran, yaitu :
1.
Penyusunan
perencanaan pembelajaran ditujukan terhadap siswa yang belajar.
2.
Memiliki
tahapan-tahapan
3.
Sistematis
4.
Pendekatan
sistem
5.
Pembelajaran
yang humanis
Perencanaan pembelajaran merupakan satu tahapan dalam proses
belajar mengajar. Perencanaan menjadi sangat penting karena dapat berfungsi
sebagai dasar, pemandu, alat control dan arah pembelajaran. Perencanaan pembelajaran
yang baik akan melahirkan proses pembelajaran yang baik pula.
B.
Kritik dan Saran
Penulis sangat menyadari dalam makalah ini mungkin banyak kesalahan
dari segi internalnya maupun eksternalnya, penulis sangat berharap agar pembaca
bisa memberikan saran ataupun kritik berupa masukan yang positif demi
kesempurnaan isi makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Anwar. Kasful dan Hendra Harmi, Perencanaan Sistem Pembelajaran
KTSP, (Bandung: ALFABETA, 2011)
Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer, (Bandung:
ALFABETA, 2012)
Dini Rosdiani, Perencanaan Pembelajaran Dalam Pendidikan Jasmani
dan Kesehatan, (Bandung : ALFABETA, 2013)
Uno. Hamzah B, Perencanaan
Pembelajaran, (Jakarta : Bumi Aksara, 2011)
[1] Kasful Anwar dan Hendra Harmi, Perencanaan
Sistem Pembelajaran KTSP, (Bandung: ALFABETA, 2011), Hlm.21-23
[2] Dini Rosdiani, Perencanaan Pembelajaran
Dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, (Bandung : ALFABETA, 2013), Hlm.2-3
[3] Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis
Komputer, (Bandung : ALFABETA, 2012), Hllm.6-9
[4] Hamzah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta
: Bumi Aksara, 2011), Hlm. 3
[5] Kasful Anwar dan Hendra Harmi, Op.Cit, Hlm.28-30
[6] Kasful Anwar dan Hendra Harmi, Ibid, Hlm.
32
Tidak ada komentar:
Posting Komentar