Minggu, 17 Desember 2017

makalah-Perencanaa-Pembelajaran

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami ucapkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai waktu yang telah ditentukan.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi junjungan alam, panutan hati setiap muslim yang senantiasa mengharapkan safa’at-Nya di Yaumil Qiyamah dengan ucapan “Allahumma shalli’ala Sayyidina Muhammad wa’ala Alihi Sayyidina Muhammad. ”Makalah ini dibuat dalam rangka usulan untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah MANAJEMEN KELAS dengan judul “PERENCANAAN PEMBELAJARAN”. Di susun dengan tujuan utama membantu serana belajar mengajar di perkuliahan ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan ucapan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.





Tembilahan, 23 Oktober 2017

Penulis
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I ........ PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A.                     Latar belakang........................................................................ 1
B.                     Rumusan Masalah.................................................................. 2
C.                     Tujuan Penulisan.................................................................... 2
BAB II ....... PEMBAHASAN................................................................................. 3
A.                     Pengertian Perencanaan Pembelajaran................................... 3
B.                     Perencanaan Proses Pembelajaran.......................................... 4
C.                     Dasar Perlunya Perencanaan Pembelajaran............................ 5
D.                     Karakteristik Perencanaan Pembelajaran................................ 6
E.                      Manfaat Perencanaan Pembelajaran....................................... 7

BAB III ..... PENUTUP.......................................................................................... 8
A.                     Kesimpulan............................................................................. 8
B.                     Saran dan Keritik................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 10




BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang
Dalam rangka pembaharuan sistem pendidikan nasional telah ditetapkan visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasioanal. Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Terkait dengan visi tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan. Salah satu prinsip tersebut ialah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kretivitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah pergeseran paradigm proses pendidikan, yaitu dari paradigm pengajaran ke-paradigma pembelajaran.
Sesuai dengan amanat peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaraan pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi kelulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum NKRI. Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal, baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester. Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.




B.                Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang penulis angkat didalam makalah ini sebagai proses pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.                  Apa pengertian perencanaan pembelajaran ?
2.                  Bagaimana pemahaman tentang perencanaan proses pembelajaran !
3.                  Apa dasar perlunya perencanaan pembelajaran ?
4.                  Bagaimana karakteristik perencanaan pembelajaran !
5.                  Apa manfaat mengetahui perencanaan pembelajaran ?

C.                Tujuan Penulisan
Tujuan penulis dalam makalah ini tidak bukan sebagai memberikan pemahaman dan gambaran kepada pembaca agar bisa melaksanakan isi makalah ini dengan sebaik mungkin.



















BAB II
PEMBAHASAN

PERENCAAN PEMBELAJARAN

A.                Pengertian Perencanaan Pembelajaran
Dalam ilmu manajemen perencanaan sering disebut dengan istilah “Planning” yaitu “persiapan menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah penyelesaian sutu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu”.
Perencanaan menurut William H. Newman dalam Abdul Majid menjelaskan bahwa “perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan berisi rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan tentang tujuan, penentuan kebijakan. Penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Sedangkan pembelajaran pada hakikatnya suatu proses komunikasi transtraksional yang bersifat timbale balik, baik antara guru dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa yang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.[1]
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi. Pengertian pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pengertian pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini member kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.[2]

B.                Perencanaan Proses Pembelajaran
Perencanaan proses pembelajaran meliputi Silabus dan rancana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar dan sumber belajar.
1.                  Silabus
Silabus sebagai acuan pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran, memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan standar isi dan standar kompetensi kelulusan (SKL).
2.                  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana pelaksanaan pembelajaran dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa dalam upaya mencapai kompetensi dasar. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta member ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.



            Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
a.       Identitas mata pelajaran,
b.      Standar kompetensi (SK),
c.       Kompetensi dasar (KD),
d.      Indikator pencapaian kompetensi,
e.       Tujuan pembelajaran,
f.       Materi ajar,
g.      Alokasi waktu,
h.      Metode pembelajaran,
i.        Kegiatan pembelajaran,
·         Pendahuluan
·         Inti
·         Penutup
j.        Penilaian hasil belajar,
k.      Sumber belajar.[3]

C.                Dasar Perlunya Perencanaan Pembelajaraan
Perlunya perencanan pembelajaran sebagaimana dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perbaikan pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut :
1.                  Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran.
2.                  Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem.
3.                  Perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seorang belajar.
4.                  Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa secara perorangan.
5.                  Pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran, dalam hal ini aka nada tujuan langsung pembelajaran, dan tujuan pengiring dari pembelajaran,
6.                  Sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar.[4]

D.                Karakteristik Perencanaan Pembelajaran
Ada beberapa karakteristik yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan guru dalam menyusun suatu rencana pembelajaran, yaitu :
1.                  Penyusunan perencanaan pembelajaran ditujukan terhadap siswa yang belajar.
Rencana pembelajaran harus disusun berdasarkan tujuan dan kebutuhan siswa. Materi pembelajaran yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan siswa, perkembangan siswa, mengandung norma yang posistif, serta memperhatikan minat dan perhatian siswa.
2.                  Memiliki tahapan-tahapan
Dalam menyusun rencana pembelajaran ada beberapa tahap yang harus diperhatikan :
a.       Tahap persiapan,
b.      Tahap pelaksanaan,
c.       Tahap evaluasi,
d.      Tahap tindak lanjut.
3.                  Sistematis
Perencanaan pembelajaran harus disusun secara sistematis yakni materi dari yang mudah dan diikuti dengan materi yang sulit dan dari segi pembelajaran yang diberikan harus mempertimbangkan keakuran metode, media, evaluasi, dan tujuan pembelajaran.
4.                  Pendekatan sistem
Pembelajaran harus dapat disusun dengan menggunakan pendekatan sistem. Pendekatan sistem adalah salah satu cara dalam penyusunan rencana pembelajaran yang dapat memperhatikan berbagai komponen-komponen pembelajaran seperti metode, media, evaluasi, dan tujuan pembelajaran, waktu, sumber belajar. Semua komponen tersebut harus dapat berkolaborasi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
5.                  Pembelajaran yang humanis
Guru harus menyadari bahwa siswa yang dihadapi harus dapat diperlakukan sebagai manusia yang juga memiliki berbagai macam potensi yang harus dihargai dan dikembangkan.[5]

E.                Manfaat Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran merupakan satu tahapan dalam proses belajar mengajar. Perencanaan menjadi sangat penting karena dapat berfungsi sebagai dasar, pemandu, alat control dan arah pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang baik akan melahirkan proses pembelajaran yang baik pula.
Perencanaan pembelajaran atau disebut juga desain instruksional merupakan kegiatan organisasi instruksional. Yang dimaksud dengan organisasi instruksional adalah perencanaan pembelajaran mengkoordinasikan komponen-komponen pembelajaran atau disebut juga dengan desain instruksional.
Secara sistematik perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan isi / materi pelajaran yang harus dipelajari, merumuskan kegiatan belajar, dan merumuskan sumber belajar / media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi pembelajaran. Untuk itu, dalam bahan belajar ini akan diarahkan bagaimana mahasiswa-mahasiswi dapat membuat perencanaan pembelajaran tersebut.
Perencanaan pembelajaran merupakan kegiatan penting dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran harus didesain secara sistematis  dalam merumuskan tujuan, bagaimana karakteristik siswa-siswinya, bagaimana menentukan metodenya, bagaimana menentukan topiknya, dan bagaimana cara mengevaluasinya.[6]



BAB III
PENUTUP

A.                Kesimpulan
Perencanaan menurut William H. Newman dalam Abdul Majid menjelaskan bahwa “perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan berisi rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan tentang tujuan, penentuan kebijakan. Penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Sedangkan pembelajaran pada hakikatnya suatu proses komunikasi transtraksional yang bersifat timbale balik, baik antara guru dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa yang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Perencanaan proses pembelajaran meliputi Silabus dan rancana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar dan sumber belajar.
Ada beberapa karakteristik yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan guru dalam menyusun suatu rencana pembelajaran, yaitu :
1.      Penyusunan perencanaan pembelajaran ditujukan terhadap siswa yang belajar.
2.      Memiliki tahapan-tahapan
3.      Sistematis
4.      Pendekatan sistem
5.      Pembelajaran yang humanis
Perencanaan pembelajaran merupakan satu tahapan dalam proses belajar mengajar. Perencanaan menjadi sangat penting karena dapat berfungsi sebagai dasar, pemandu, alat control dan arah pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang baik akan melahirkan proses pembelajaran yang baik pula.




B.                Kritik dan Saran
Penulis sangat menyadari dalam makalah ini mungkin banyak kesalahan dari segi internalnya maupun eksternalnya, penulis sangat berharap agar pembaca bisa memberikan saran ataupun kritik berupa masukan yang positif demi kesempurnaan isi makalah ini.



























DAFTAR PUSTAKA


Anwar. Kasful dan Hendra Harmi, Perencanaan Sistem Pembelajaran KTSP, (Bandung: ALFABETA, 2011)

Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer, (Bandung: ALFABETA, 2012)

Dini Rosdiani, Perencanaan Pembelajaran Dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, (Bandung : ALFABETA, 2013)

Uno. Hamzah B, Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta : Bumi Aksara, 2011)



[1]  Kasful Anwar dan Hendra Harmi, Perencanaan Sistem Pembelajaran KTSP, (Bandung: ALFABETA, 2011), Hlm.21-23
[2]  Dini Rosdiani, Perencanaan Pembelajaran Dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, (Bandung : ALFABETA, 2013), Hlm.2-3
[3]  Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer, (Bandung : ALFABETA, 2012), Hllm.6-9
[4]  Hamzah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta : Bumi Aksara, 2011), Hlm. 3
[5]  Kasful Anwar dan Hendra Harmi, Op.Cit, Hlm.28-30
[6]  Kasful Anwar dan Hendra Harmi, Ibid, Hlm. 32

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah-Guru-Dan-Administrasi-Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN A.                 Latar Belakang Pada waktu yang lampau, pada umumnya tugas kewajiban guru hampir seluruhnya m...